Konsep museum tidaklah harus berada di dalam suatu bangunan tertentu. Museum dapat pula berada di area luas luar ruangan bahkan berbentuk taman. Seperti tempat yang ada di Taiwan bernama Gold Ecological Park.

Gold Ecological Park adalah eco-museum pertama yang dibangun di Taiwan. Terletak di kawasan kota pegunungan Jinguashi, kawasan ini dipenuhi dengan pemandangan indah sepanjang mata memandang. Jinguashi adalah kota tambang di masa penjajahan Jepang. Kini, masa tersebut telah lama berlalu dan menjadikan kota ini sebagai destinasi wisata populer bagi para turis.

Konsep eco-museum diusung karena banyak kawasan di Jinguashi merupakan bekas tambang-tambang emas dan batu bara. Jinguashi Ecological Park bertujuan untuk melestarikan lokasi tambang dan sisa-sisanya sebagai bahan edukasi serta wisata. Selain itu juga mempromosikan karya seni logam dan membangun konservasi lingkungan.

Sebagai daya tarik Jinguashi Ecological Park, terdapat beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi sekaligus dalam satu hari. Termasuk di dalamnya adalah Museum of Gold tempat kita bisa melihat batangan emas seberat 220 kilogram. Pengunjung bahkan bisa menyentuh atau mencoba mengangkatnya.

Di sebelah Museum of Gold, terdapat terowongan bekas tambang yang dihiasi dengan diorama-diorama para pekerja jaman dahulu. Di Benshan Tunnel No. 5 inilah pengunjung bisa mengetahui bagaimana rasanya berada di dalam tambang yang sebenarnya.

Selain itu, ada pula beberapa spot wisata lainnya seperti Geology Park, Jinguashi Shinto Shrine, Teapot Mountain dan gold waterfall. Tidak lupa Environmental Building serta Crown Prince Chalet dan banyak gedung-gedung tua lain peninggalan jaman pertambangan.

Environmental Building berada di samping alun-alun Jinshui. Bangunan kayu tersebut bukanlah bangunan baru, namun gedung lama yang diperbaharui. Di dalamnya, pengunjung bisa mengetahui ekologi lingkungan Jinguashi, perkembangan seni logam bahkan kelas membuat karya dari logam. Gedung ini juga berfungsi sebagai ruang baca umum tempat orang-orang lokal berinteraksi.

Di Ecological Park, terdapat pula bangunan bekas peninggalan Jepang bernama Crown Prince Chalet. Bekas hotel ini merupakan salah satu bangunan asli yang bertahan sampai sekarang. Di sebelah utara terdapat kebun bertema Jepang yang bisa dieksplorasi. Akan tetapi, gedung hotel tidaklah dibuka untuk pengunjung umum.

Jinguashi Ecological Park buka dari hari Selasa sampai Jumat pukul 9.30-17.00 dan hari Sabtu-Minggu pukul 09.30-18.00. Tiket masuk taman sebesar NT$ 100, tidak termasuk atraksi lainnya. Jika membawa Youth Travel Card, Anda akan mendapatkan diskon.

Jinguashi Ecological Park dapat dicapai menggunakan bus jurusanTaipei-Jinguashi. Anda harus naik dari Exit 1 Zhongxiao-Fuxing MRT Station. Alternatif lainnya, gunakan kereta dari Taipei Main Station menuju Ruifang Station. Dari sana, lanjutkan dengan coach bus atau taksii menuju Jinguashi.

Selain Museum of Gold, kunjungilah wisata-wisata menarik lainnya seperti Maokong Gondola, Fulong Beach dan Zhinan Temple

Selama wisata Anda di Taiwan, menginaplah di hotel yang menjamin kenyaman Anda seperti Caesar Park Hotel, Grand Hotel, Santos Hotel.

 Lokasi

View Larger Map

 *Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,